Lebaran Betawi Jadi Simbol Perekat Warga Jakarta.
April 18, 2026

Lebaran Betawi adalah suatu hari kebudayaan tahunan masyarakat etnis Betawi yang diselenggarkan di seantero wilayah Jakarta Raya,tujuan dari penyelenggaraan hari kebudayaan ini yakni untuk memperkukuh tali persaudaraan antar masyarakat etnis Betawi maupun para penduduk Jakarta Raya pada umumnya

Menurut Budayawan Betawi, Yoyo Mukhtar, sejarah asal usul Lebaran Betawi pertama kali digagas pada tahun 2008 atas inisiatif para tetua adat Betawi.

Gagasan tersebut muncul sebagai bentuk penghormatan masyarakat Betawi terhadap seluruh warga Jakarta yang berasal dari berbagai suku dan latar belakang. "Karena orang Betawi ini penduduk lokal di Jakarta sehingga muncullah ide untuk menghormati mereka (suku lain), dan Lebaran Betawi ada agar menjadi ajang silaturahmi antara masyarakat Betawi dengan masyarakat yang tinggal di Jakarta," ujar Yoyo.

Perayaan ini selalu berlangsung pada bulan Syawal, sekitar satu hingga dua minggu setelah Hari Raya Idul Fitri.

Pemilihan waktu tersebut tak lepas dari fakta bahwa masyarakat Betawi mayoritas beragama Islam dan menjadikan momen Syawal sebagai ajang mempererat hubungan sosial

Lebaran Betawi kembali hadir bukan sekadar sebagai perayaan tahunan, melainkan ruang krusial untuk merawat adat yang membentuk identitas Jakarta. Melalui pelestarian tradisi seperti nyorog, ngider, dan silaturahmi lintas generasi, acara ini menjadi jembatan penguat nilai budaya di tengah arus modernisasi.

Digelar di Lapangan Banteng, Jakarta, pada 10-12 April 2026, perayaan Lebaran Betawi 2026 mengusung tema ”Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global”.

Kehadiran unsur pemuda juga menjadi warna tersendiri dalam perayaan tahun ini. Berdasarkan penugasan dari Suku Dinas Pendidikan, perwakilan OSIS dari SMAN 6 Jakarta turut hadir untuk menyaksikan sekaligus mendalami kekayaan budaya yang dipamerkan.

Sumber ; wikipedia,kompas.id & kompas.com