Mengapa ikan sapu sapu di bersihkan dari perairan yang ada di Jakarta? Yuk kita kenali ikan sapu sapu
May 10, 2026

Ikan sapu-sapu atau adalah sekelompok ikan air tawar yang berasal dari Amerika Selatan,Ikan ini dikenal sebagai pemakan alga/"lumut" dan sangat populer sebagai ikan pembersih akuarium.

Meskipun ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) kerap dianggap bermanfaat karena memakan lumut. tetapi, di sungai perkotaan, spesies ini menjadi invasif dan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.

Saat berkembang biak, ikan ini menggali lubang di dinding atau bantaran sungai sebagai tempat bertelur. Aktivitas tersebut dapat melemahkan struktur tanah, mempercepat erosi, hingga berpotensi menyebabkan tanggul sungai rusak atau jebol.

Selain itu, ikan sapu-sapu juga bersaing dengan ikan lokal dalam memperoleh makanan dan kerap memangsa telur ikan endemik. Hal ini dapat mengganggu reproduksi ikan asli dan mengancam keberlanjutan populasinya di perairan Jakarta.

Meski jumlahnya melimpah, ikan sapu-sapu dari sungai perkotaan tidak disarankan untuk dikonsumsi. Sebagai ikan dasar perairan, spesies ini berisiko mengakumulasi polutan berbahaya seperti logam berat yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

ledakan populasi ikan sapu-sapu terjadi karena spesies invasif ini memiliki kemampuan adaptasi dan reproduksi tinggi sehingga mampu mendominasi ruang hidup dan sumber daya di perairan.

Selain itu, ikan sapu-sapu hampir tidak memiliki predator alami di perairan Indonesia. Kondisi ini membuat populasinya meningkat pesat dan mendominasi ekosistem sungai.

itulah mengapa pada beberapa pekan lalu ,sempat adanya gerakan serentak di Jakarta untuk membersihkan perairan dari ikan sapu sapu

Isu ikan sapu-sapu pertama kali mencuat dari media sosial melalui konten Arief Kamarudin, pemuda asal Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ia rutin membagikan aktivitasnya menangkap ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung,

Aksi tersebut berangkat dari keresahannya melihat perubahan kondisi sungai. Ia mengaku, dahulu Ciliwung dipenuhi berbagai jenis ikan dan udang. Namun kini, ikan sapu-sapu justru mendominasi, sementara ikan lokal semakin sulit ditemukan.

Kontennya kemudian viral dan memicu kesadaran publik bahwa keberadaan ikan sapu-sapu bukan sekadar fenomena biasa, melainkan ancaman nyata bagi ekosistem perairan.

sumber= IDN TIMES,Wikipedia,detik news,kompas.id,liputan6