
Banyak orang yang berpuasa justru merasa lemas dan mengantuk setelah berbuka. Mengapa? Karena apa yang kita masukkan ke perut saat bedug Magrib tiba seringkali justru menjadi 'sampah' bagi tubuh. Merujuk pada penjelasan dr. Zaidul Akbar Official, berikut adalah panduan praktis berbuka puasa yang sehat dan sesuai sunnah untuk menjaga mesin tubuh kita tetap optimal selama bulan Ramadan.
1. Mengikuti Sunnah dengan Kurma Basah (Ruthob)
Pilihan terbaik untuk membatalkan puasa adalah dengan kurma basah (ruthob). Jika tidak ada, barulah menggunakan kurma kering (tamr). Kandungan gula alami pada kurma memberikan energi instan bagi otak dan tubuh setelah seharian berpuasa.
2. Air Putih (Suhu Normal)
Minumlah air putih dengan suhu ruangan atau air yang tidak dingin. dr. Zaidul Akbar sering menekankan untuk menghindari air es atau air dingin saat berbuka karena dapat mengejutkan lambung yang sedang kosong dan tidak baik untuk pencernaan.
3. Hindari "Sampah" Makanan (Gorengan dan Tepung)
Salah satu poin penting dalam video tersebut adalah peringatan untuk menghindari gorengan, makanan berbahan tepung, dan gula pasir (seperti sirup yang berlebihan).
Beliau menyebutkan bahwa banyak orang berpuasa namun tidak sehat karena saat berbuka justru "menimbun sampah" ke dalam tubuh.
Efeknya, tubuh akan merasa lemas dan mengantuk setelah berbuka, bukannya bertenaga.
4. Konsumsi Buah-buahan
Selain kurma, dr. Zaidul Akbar menyarankan untuk mengonsumsi buah-buahan segar karena mengandung enzim dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh untuk proses pemulihan setelah puasa.
5. Jangan Langsung Makan Berat
Berilah jeda waktu. Setelah membatalkan puasa dengan air dan kurma, sebaiknya lakukan salat Magrib terlebih dahulu. Hal ini memberikan kesempatan bagi sistem pencernaan untuk "bangun" secara perlahan sebelum menerima makanan yang lebih kompleks.
6. Porsi Makan Malam yang Sehat
Jika ingin makan besar setelah salat Magrib, pastikan menunya tetap sehat:
Kurangi nasi putih (ganti dengan nasi cokelat, merah, atau sumber karbohidrat sehat lain seperti ubi/singkong).
Perbanyak sayuran dan protein yang tidak digoreng
Pada akhirnya, berbuka puasa bukan sekadar memuaskan dahaga dan nafsu makan, melainkan bentuk syukur kita atas nikmat kesehatan yang diberikan Allah. Dengan memilih asupan yang thoyyib (baik) dan sesuai sunnah, kita sedang memuliakan tubuh yang telah bekerja keras sepanjang hari. Semoga ibadah puasa kita tidak hanya berbuah pahala, tetapi juga fisik yang lebih kuat untuk beribadah di malam hari."
Sumber:YT:dr. Zaidul Akbar Official