
SMA Negeri 6 Jakarta didirikan pada 1 Agustus 1952 dengan nama SMA Negeri II ABC. Kemudian berganti nama pada tahun ajaran 1954/1955, menjadi SMA Negeri VI ABC. Seiring dengan perubahan sistem pendidikan, maka pada tahun ajaran 1964/1965 SMA Negeri VI ABC berganti nama dengan SMA Negeri 6 Jakarta. Pada saat cikal bakal SMA Negeri 6 Jakarta didirikan, sekolah ini berlokasi di Jalan Bulungan. Kemudian dari 1 Januari 1969 sampai sekarang, SMA Negeri 6 Jakarta menempati gedung baru yang berlokasi di Jalan Mahakam I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
SMA Negeri 6 pernah memiliki kelas jauh (filial) pada awal tahun 1970-an di Pondok Labu, Cilandak, yang kemudian dipisahkan dan menjadi SMA Negeri 34 Jakarta.
Setelah melewati berbagai pergantian pimpinan, sekolah ini mulai benar-benar menunjukkan taringnya dalam dunia pendidikan di Jakarta. Di bawah arahan Bapak J. Basiran dan Ibu Atmiyati—yang merupakan kepala sekolah perempuan pertama di sini—SMA 6 tidak hanya fokus pada internal saja, tapi juga sukses membidani lahirnya sekolah lain seperti SMA 9 dan SMA 11. Perubahan nama dari SMA Negeri VI ABC menjadi SMA Negeri 6 yang kita kenal sekarang pun terjadi karena adanya penyesuaian kurikulum baru di masa itu.
Momen paling bersejarah lainnya adalah saat sekolah akhirnya pindah "rumah". Meski awalnya lahir di Jalan Bulungan, sejak awal tahun 1969 seluruh kegiatan belajar mengajar resmi pindah ke gedung di Jalan Mahakam I. Lokasi baru ini bukan cuma soal bangunan fisik, tapi perlahan menjadi identitas yang melekat kuat bagi para siswa dan alumninya. Berada di jantung Kebayoran Baru membuat sekolah ini punya ikatan emosional yang khas dengan lingkungan sekitarnya selama puluhan tahun
Selain itu,Letak sekolah ini sangat strategis dekat dengan berbagai tempat,Seperti Mall,Terminal,Stasiun MRT,Taman,Pasar raya,hal itu seperti privillage bagi SMAN 6 Jakarta.
Sumber= Wikipedia & Linkedln