Tetap Bugar Tanpa Batal : Jadwal & Tips Olahraga Aman di BUlan Ramadhan
February 21, 2026

Sebelum lanjut mengenai Six Fun Fact,Kami OSIS SMAN 6 Jakarta mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan semoga kita semua mendapatkan keberkahan yang melimpah.

Bicara mengenai bulan Puasa,kegiatan menjadi terbatas atau tidak seperti biasanya pada bulan bulan sebelumnya,salah satunya adalah kegiatan berolahraga,bagaimana cara dan tips yang benar untuk berolahraga di bulan puasa,yuk kita simak penjelasannya,

  1. Sesuaikan Target dan Turunkan Ego

Tujuan dan fokus utama di bulan Ramadan adalah beribadah. Program diet dan intensitas olahraga sebaiknya disesuaikan atau diturunkan. Jangan sampai memaksakan diri (misalnya memaksakan long run) yang pada akhirnya malah membuat Anda membatalkan puasa demi program latihan

  1. Jangan Memaksakan Membangun Otot (Bulking)

Bagi yang suka latihan beban, sebaiknya fokus pada pemeliharaan (maintenance) kalori saja, bukan membangun otot. Memaksakan bulking selama bulan puasa berarti Anda harus banyak makan di malam hari, yang rentan membuat lambung penuh dan memicu asam lambung (GERD)

  1. Pilihan Waktu Olahraga yang Tepat

1. Menjelang Berbuka (Ngabuburit): Olahraga pada waktu ini sangat bagus untuk melatih daya tahan (endurance) atau lactate threshold karena tubuh dipaksa berolahraga saat kadar gula darah di titik terendah. Namun, ingat untuk tidak terlalu memaksakan diri agar tidak pingsan

2. Setelah Magrib: Anda bisa membatalkan puasa dengan air putih dan 3 butir kurma, salat Magrib, istirahat sejenak, lalu berolahraga. Setelah itu, barulah makan berat setelah salat Isya

3.Setelah Tarawih: Olahraga di waktu ini diperbolehkan, tetapi risikonya waktu tidur Anda akan sangat berkurang karena harus bersiap bangun lagi untuk sahur

4.Sebelum Sahur:Bisa dilakukan jika Anda sanggup bangun sangat pagi, misalnya jam 3 pagi untuk berolahraga sebelum makan sahur

5.Pagi Hari (Fase Berpuasa): Berolahraga di pagi hari (misalnya jam 6 pagi) boleh saja. Namun, hal ini akan membuat Anda cepat haus. Oleh karena itu, hindari olahraga yang terlalu lama atau memaksakan diri demi mencegah dehidrasi berat

  1. Waspadai Risiko Olahraga Berlebihan

Memaksakan olahraga intens saat puasa bisa memicu risiko hipoglikemia (kurangnya kadar gula darah yang memicu pingsan) serta dehidrasi parah. Dehidrasi berat ini ditandai dengan urine yang berwarna sangat pekat dan dapat memicu infeksi saluran kencing hingga batu ginjal

Sumber ; https://youtu.be/fEUyd-AV8I4?si=AnHxei6i1dZ5FSWW ( Tirta PengPengPeng/Dr Tirta )

Gambar : https://academic.uii.ac.id/2024/01/04/emang-boleh-olahraga-di-saat-bulan-ramadhan/

https://rsppbm.ihc.id/artikel-detail-937-Mengapa-Aktivitas-Fisik-Sangat-Penting-untuk-Kesehatan-Jantung.html